tumbuh kembang bayi seputar bayi

Tumbuh Kembang Bayi

Dapatkan beragam informasi penting seputar perkembangan si Kecil dengan pilih kalender pertubuhan bayi berdasarkan :

PERKEMBANGAN BULAN KE
1

Perkembangan Bayi Usia 3 Bulan

Perkembangan Bayi Usia 5 Bulan

Perkembangan Bayi Usia 4 Bulan Page 1 / 0

Keywords : Tumbuh-Kembang-Bayi

Pada usia 4 bulan, si Kecil mulai bisa membentuk kosakata seperti "ma-ma" atau "da-da". Ia juga senang bereskplorasi dengan beragam benda dan warna. Ketahui selengkapnya di sini.

Memasuki usia 4 bulan, si Kecil mulai bisa membentuk kosakata. Pastikan Ibu memberikan stimulasi yang tepat pada si Kecil agar perkembangannya optimal. Kami dari Tim Ahli Nutriclub akan menjelaskan kepada Ibu tentang perkembangan bayi di usia 4 bulan.

Mulai Membentuk Kata-kata

Mulai usia 4 sampai 6 bulan, si Kecil mulai membangun kemampuan untuk membentuk kata-kata, misalnya "ma-ma" atau "da-da". Ibu bisa mendorong kemampuan si Kecil dengan cara menirukan ekspresi wajah dan suara si Kecil, dan Si Kecil pun akan meniru balik. Misalnya, ucapkan "baa" dan ia akan menirukan suara Ibu. Si Kecil belajar pentingnya bahasa melalui reaksi Ibu saat ia bersuara atau berusaha mengucapkan sesuatu.

Minimalisir Gangguan saat Menyusu

Memasuki usia 4-6 bulan, nutrisi si Kecil sudah tercukupi dengan ASI/PASI. Para ilmuwan menemukan bahwa menunda MPASI hingga usia 6 bulan dapat menurunkan risiko alergi pada si Kecil. Oleh karena itu, Ibu bisa memberikan makanan padat ke si Kecil saat ia berusia 6 bulan.

Sebagian besar bayi di usia 4 bulan sudah mencapai 2 kali berat badan waktu lahir, dan berat badannya akan terus bertambah. Pada waktu ini, kandungan ASI Ibu juga sudah berubah. ASI Ibu mengandung lebih banyak lemak dan mineral, sesuai dengan kebutuhan si Kecil saat ini. Namun, si Kecil mudah teralihkan perhatiannya saat menyusu. Ia akan mudah mengalihkan pandangannya ke suara di sekitarnya, misalnya suara kakak, ayah, TV, dan lain sebagainya. Minimalisir gangguan ini dengan menyusui si Kecil di kamar yang sepi dan redup.

Bereksplorasi

Doronglah si Kecil untuk bereksplorasi dengan beragam benda. Misalnya, biarkan ia bermain dengan popok bersih. Perhatikan bagaimana ia memasukkannya ke mulut, memegang, dan meremasnya. Ibu juga bisa memberikan mainan kerincingan kepada si Kecil, dan lihat betapa senangnya si Kecil saat ia menghasilkan suara dengan menggoyangkan mainannya.

Di usianya saat ini, si Kecil juga senang bermain dengan tangan dan kakinya. Ia senang melakukan satu hal berulang kali sampai ia menemukan hasilnya. Sehingga, Ibu dapat menemukan si Kecil sedang asyik bermain di tempat tidurnya. Selain itu, si Kecil juga mulai senang tertawa. Misalnya, saat wajah Ibu muncul dari bawah selimut, atau saat ia bermain dengan mainan yang muncul dari kotaknya. Ibu bisa membuat si Kecil tertawa dengan menciptakan suara-suara lucu atau bersiul di hadapannya.

Did you know?

”Otak bayi tumbuh dan berkembang dengan pesat di tahun pertama kehidupannya. Pada enam bulan pertamanya, si Kecil secara bertahap menyerap informasi tentang dunia di sekitarnya. Ketahui selengkapnya di sini.“

LIHAT LENGKAP

Melihat Warna

Waktu baru lahir, si Kecil hanya mampu membedakan dua warna kontras, misalnya hitam dan putih. Namun, saat ini penglihatannya berkembang dan ia mulai bisa membedakan warna merah, kuning, dan hijau. Untuk membantu si Kecil mengeksplorasi berbagai warna, berikan si Kecil mainan yang berwarna-warni, misalnya buku, bola, mainan, dan pakaian.

Tengkurap dan Mengangkat Dada

Menjelang usia 5 bulan, perkembangan fisik si Kecil bertambah secara pesat. Jika Ibu menaruh si Kecil pada posisi telentang dan menarik kedua tangannya ke posisi duduk, maka ia akan menegakkan kepala dan bahunya. Jika Ibu menaruh si Kecil dengan posisi tengkurap, ia akan mengangkat dadanya, lalu meluruskan lengan dan kakinya hingga punggungnya melengkung. Hal ini baik untuk mempersiapkan kemampuan si Kecil untuk bisa duduk sendiri.

Mungkin beberapa minggu yang lalu, jika Ibu menarik si Kecil perlahan ke posisi duduk, maka kepalanya akan jatuh ke belakang. Tetapi, sekarang si Kecil sudah bisa mengantisipasi gerakan yang Ibu lakukan, dan kepalanya akan mengikuti tubuhnya membentuk garis lurus. Saat tulang belakang si Kecil sudah tegak dan bisa duduk tanpa dibantu, kedua tangannya akan bebas bereksplorasi meraih benda atau mainan yang menarik perhatiannya. Namun, jika si Kecil belum bisa duduk tanpa dibantu, letakkan si Kecil di pojok sofa atau di pangkuan Ibu agar posisinya lebih stabil.

Berikut ini berbagai stimulasi yang dapat Ibu berikan pada si Kecil yang berusia 4 bulan untuk mencapai perkembangan optimal:

1. Kemampuan gerak kasar

  • Menyangga berat

Angkat si Kecil melalui bawah ketiaknya ke posisi berdiri. Perlahan-lahan, turunkan badan si Kecil hingga kedua kaki menyentuh meja, tempat tidur, atau pangkuan Ibu. Coba agar si Kecil mau mengayunkan badan dengan gerakan naik turun, serta menyangga sebagian berat badan si Kecil dengan kedua kakinya.

  • Mengembangkan kontrol terhadap kepala

Agar otot-otot leher si Kecil kuat, gerakan kepalanya perlu dilatih. Caranya adalah dengan meletakkan si Kecil pada posisi telentang. Pegang kedua pergelangan tangannya, tarik perlahan-lahan ke arah Ibu hingga badan si Kecil terangkat ke posisi setengah duduk. Jika si Kecil belum dapat mengontrol kepalanya (kepala tidak ikut terangkat), jangan lakukan latihan ini, tunggu sampai otot-otot leher si Kecil lebih kuat.

2. Kemampuan gerak halus

  • Memegang benda dengan kuat

Letakkan sebuah mainan kecil yang berbunyi atau berwarna cerah di tangan si Kecil. Setelah ia menggenggam mainan tersebut, tarik pelan-pelan untuk melatih si Kecil memegang dengan kuat.

3. Kemampuan berbicara dan berbahasa

  • Mencari sumber suara

Ajari si Kecil memalingkan wajahnya ke arah sumber suara. Mula-mula, pegang muka si Kecil dan palingkan perlahan-lahan ke arah sumber suara. Atau, bawa si Kecil mendekati sumber suara.

4. Kemampuan bersosialisasi dan kemandirian

  • Bermain cilukba

Pegang kain atau koran untuk menutupi wajah Ibu dari pandangan si Kecil. Katakan cilukba ketika si Kecil dapat melihat wajah Ibu lagi, dan lakukan hal ini berulang kali. Intinya, usahakan si Kecil tidak dapat melihat wajah Ibu untuk beberapa saat, kemudian tiba-tiba wajah Ibu muncul kembali dengan gembira dan berseri-seri.

Sumber:

Dapatkan Expert Content Berisi Aneka Resep, Tools, dan Artikel yang Disesuaikan dengan Kebutuhan Ibu dan si Kecil

JOIN NUTRICLUB MEMBERSHIP
tim ahli nutriclub facebook twitter