tumbuh kembang bayi seputar bayi

Tumbuh Kembang Bayi

Dapatkan beragam informasi penting seputar perkembangan si Kecil dengan pilih kalender pertubuhan bayi berdasarkan :

PERKEMBANGAN BULAN KE
1

Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan

Perkembangan Bayi Usia 8 Bulan

Perkembangan Bayi Usia 7 Bulan Page 1 / 0

Keywords : Tumbuh-Kembang-Bayi

Pada usia 7 bulan, si Kecil mulai belajar merangkak dan semakin senang bermain sembunyi mainan. Saat ini, si Kecil mungkin mulai mengalami ketakutan saat berpisah dengan Ibu. Ketahui selengkapnya di sini.

Di usia 7 bulan ini, apakah tumbuh kembang si Kecil sesuai denganmilestone-nya? Kami dari Tim Ahli Nutriclub akan menjelaskan kepada Ibu tentang perkembangan bayi usia 7 bulan.

Mulai Belajar Merangkak

Saat ini, si Kecil mulai belajar merangkak. Awalnya ia akan merangkak dengan cara "scooting", di mana ia berpindah dengan menggeser bokongnya. Si Kecil bisa juga mulai merayap, yaitu menggeser tubuhnya dalam posisi tengkurap, dengan perut menyentuh lantai sambil menggeser tubuh menggunakan lengan dan kakinya.

Bermain Sembunyi Mainan

Saat ini, si Kecil semakin suka bermain sembunyi mainan. Misalnya, Ibu bisa meletakkan mainan si Kecil di lantai dan menutup mainan itu dengan kain. Buka kain tersebut di hadapan si Kecil dan katakan "Itu dia!", lalu ulangi. Atau, Ibu bisa membiarkan si Kecil membuka kain itu sendiri, karena ia akan sangat menyukainya.

Di usia ini, si Kecil juga menyukai mainan yang telah dikenalnya. Jadi, ia suka membaca buku yang sama atau bermain dengan mainan yang sama berulang-ulang.

Belajar Minum dengan Sedotan

Saat si Kecil sudah bisa memakan finger food, maka Ibu sudah bisa mulai mengajarkannya cara minum dengan menggunakan sedotan. Bila si Kecil kesulitan menyedot minumannya dan mulai frustasi, lepas tutup gelas dan biarkan ia minum langsung dari gelasnya. Semakin cepat Ibu mengajarkan si Kecil minum dari gelas, akan semakin mudah bagi si Kecil untuk melepaskan botol dan dotnya.

Bercermin

Ajak si Kecil bercermin. Ketika ia melihat bayangan Ibu di cermin, ia akan menengok ke arah Ibu dan memastikan Ibu ada di luar cermin. Saat ini, si Kecil belum bisa memahami bahwa Ibu ada di dalam cermin.

Main Cilukba

Si Kecil mulai memahami bahwa objek yang tidak terlihat bukan berarti tidak ada (object permanence). Ia sangat senang bermain dengan benda-benda yang bisa menghilang kemudian muncul kembali. Oleh karena itu, Ibu bisa mengajaknya bermain cilukba. Di usia ini, si Kecil sudah bisa menegakkan punggung dan memutar tubuhnya, sehingga ia bisa bermain lebih lama sambil duduk.

Did you know?

”Di usia 6-9 bulan, Ibu bisa menstimulasi perkembangan otak si Kecil dengan memanggil namanya, mengajak bersalaman, tepuk tangan, membacakan dongeng, merangsang duduk, dan melatihnya berdiri sambil berpegangan. Ketahui selengkapnya di sini.“

LIHAT LENGKAP

Takut Berpisah dengan Ibu

Si Kecil saat ini mulai mengalami separation anxiety,di mana ia akan menangis ketika Ibu meninggalkan ruangan dan membayangkan wajah Ibu. Kecemasan ini bisa Ibu kurangi dengan memberi si Kecil pelukan dan ciuman hangat sebelum Ibu meninggalkannya, dan katakan pada si Kecil bahwa Ibu akan kembali sebentar lagi. Mungkin si Kecil belum bisa mengerti bahwa Ibu akan kembali dalam beberapa jam, tetapi pelukan dan ciuman itu bisa membuatnya nyaman dan merasa aman bersama pengasuhnya.

Tumbuh Gigi

Ibu mungkin sudah mulai menyadari ada gigi yang muncul dari gusi si Kecil. Hal ini biasanya menyebabkan produksi air liur si Kecil menjadi berlebihan dan membuatnya mengeces. Agar si Kecil nyaman, Ibu bisa memberinya mainan lembut untuk digigit, atau potongan buah-buahan dingin. Suhu yang dingin bisa membantu mengurangi rasa sakit akibat tumbuh gigi.

Beberapa bayi mulai mengalami tumbuh gigi di usia 3 bulan, tetapi sebagian besar mulai tumbuh gigi di usia 4-6 bulan. Paling lambat, gigi bayi tumbuh pada usia 12 bulan. Gigi yang biasanya tumbuh pertama kali adalah gigi bagian tengah bawah.

Berikut ini adalah berbagai stimulasi yang dapat Ibu berikan pada si Kecil yang berusia 7 bulan untuk mencapai perkembangan optimal:

1. Kemampuan gerakan motorik kasar

  • Merangkak

Letakkan sebuah mainan di luar jangkauan si Kecil. Usahakan agar ia mau merangkak ke arah mainan dengan menggunakan kedua tangan dan lututnya.

  • Menarik ke posisi berdiri

Dudukkan si Kecil di tempat tidur, kemudian tarik si Kecil ke posisi berdiri. Selanjutnya, lakukan hal tersebut di atas meja, kursi, atau tempat lainnya.

2. Kemampuan gerakan motorik halus

  • Memasukkan benda ke dalam wadah

Ajari si Kecil memasukkan mainan atau benda kecil ke dalam suatu wadah yang terbuat dari kaleng, karton, kardus, atau botol air mineral bekas. Setelah si Kecil memasukkan mainan tersebut ke dalam wadah, ajari si Kecil cara mengeluarkan benda tersebut dan memasukkannya kembali. Pastikan benda-benda tersebut tidak berbahaya, misalnya jangan terlalu kecil, karena akan membuat si Kecil tersedak bila benda itu tertelan.

  • Bermain genderang

Ambil kaleng kosong bekas. Tutup bagian atas kaleng tersebut dengan plastik atau kertas tebal hingga menjadi seperti genderang. Tunjukkan cara memukul genderang pada si Kecil dengan sendok atau centong kayu hingga menimbulkan suara.

3. Kemampuan berbicara dan berbahasa

  • Menyebutkan nama-nama gambar di buku atau majalah

Pilih gambar menarik yang berwarna-warni (misal: gambar binatang, kendaraan, meja, gelas, dan lain-lain) dari buku atau majalah bergambar yang sudah tidak terpakai. Sebutkan nama gambar yang Ibu tunjukkan kepada si Kecil. Lakukan stimulasi ini selama beberapa menit setiap hari.

4. Kemampuan bersosialisasi dan kemandirian

  • Permainan bersosialisasi

Ajak si Kecil bermain dengan orang lain. Misalnya ketika Ayah pergi, lambaikan tangan ke si Kecil sambil berkata "Daa… daa…" lalu Ibu bisa membantu si Kecil menggerakkan tangannya, membalas lambaian tangan Ayah. Setelah ia mengerti permainan tersebut, ajak si Kecil melambaikan tangannya sendiri ketika Ibu atau Ayah mengucapkan kata-kata seperti di atas.

Sumber:

Dapatkan Expert Content Berisi Aneka Resep, Tools, dan Artikel yang Disesuaikan dengan Kebutuhan Ibu dan si Kecil

JOIN NUTRICLUB MEMBERSHIP
tim ahli nutriclub facebook twitter