kalender kehamilan seputar kehamilan

Kalender Kehamilan

Pilih kalender perkembangan kehamilan ibu berdasarkan :

BULAN
1
MINGGU
2

Jika Ibu Harus Melahirkan Lewat Bedah Caesar

Penyakit Toxoplasma pada Ibu Hamil

Kehamilan di Atas Usia 35 Tahun Page 1 / 2

Keywords : Kesehatan Kehamilan

Kehamilan d atas usia 35 tahun tentu memiliki berbagai risiko bagi kesehatan Ibu dan janin. Berikut adalah informasi lengkap sebagai panduan jika Ibu hamil di atas usia 35 tahun.

Kesulitan untuk hamil adalah hambatan terbesar bagi perempuan berusia 35 tahun atau lebih. Hal ini disebabkan oleh menurunnya kualitas sel telur secara perlahan ketika seorang perempuan memasuki usia 30 tahun, dan diikuti dengan jarangnya terjadi pembuahan meskipun siklus menstruasi masih rutin.

Namun, tidak berarti perempuan berusia 35 tahun ke atas tidak dapat hamil. Masalah kesuburan dan metabolisme pada setiap tubuh perempuan berbeda, jadi Ibu tetap dapat berusaha untuk hamil. Tetapi, bila sampai enam bulan Ibu sudah berhubungan seksual namun belum ada tanda-tanda kehamilan, konsultasikan kondisi ini dengan dokter kandungan.

Apa Saja Risikonya?

Ada sejumlah risiko yang akan Ibu hadapi ketika memutuskan untuk hamil di usia 35 tahun atau lebih dan hal ini penting untuk Ibu ketahui. Namun, bila Ibu sedang hamil di usia ini, Ibu tidak perlu khawatir secara berlebihan.

Mempersiapkan dan menjaga kesehatan fisik maupun mental di masa kehamilan, akan mengurangi risiko hambatan yang terjadi. Ditambah lagi teknologi kesehatan yang telah berkembang memungkinkan seorang perempuan dengan usia 35 tahun ke atas, untuk tetap hamil dan melahirkan bayi yang sehat.

Memeriksakan kehamilan secara teratur sangat disarankan untuk mendeteksi secara dini segala faktor risiko yang berhubungan dengan kondisi Ibu maupun janin, sehingga penanganan yang tepat dapat segera dilakukan.

Did you know?

”Semakin tinggi usia kehamilan Ibu, risiko kelainan genetik pada si Kecil dan kesulitan saat melahirkan akan meningkat. Ketahui selengkapnya di sini.“

LIHAT LENGKAP

Risiko Pada Ibu

- Diabetes Gestational

Diabetes gestational adalah jenis diabetes yang dialami oleh sebagian besar ibu hamil. Hal ini dapat langsung diketahui melalui pemeriksaan gula darah ketika seorang Ibu sedang hamil. Pada Ibu yang berusia 35 tahun atau lebih, kadar gula darah dapat mencapai angka maksimalnya karena kadar insulin yang diproduksi oleh tubuh semakin berkurang, apalagi jika tidak mengontrol asupan makanan yang masuk ke tubuh. Berikut ini adalah beberapa gejala yang terjadi dalam tubuh Ibu:

- Hasil dari pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya gula dalam urin.

- Rasa haus yang tidak seperti biasanya.

- Sering buang air kecil.

- Lelah, mual, hingga penglihatan kabur.

- Sering mengalami infeksi kandung kemih, vagina, maupun kulit.

Gejala diabetes gestasional umumnya diketahui setelah pemeriksaan kehamilan. Bayi yang lahir dari ibu yang mengidap diabetes gestasional memiliki risiko seperti lahir dengan kelebihan berat badan, gula darah rendah dan penyakit kuning. Akan tetapi, Ibu tidak perlu khawatir. Biasanya, diabetes gestasional akan hilang dengan sendirinya setelah kehamilan dan Ibu dapat melakukan tindakan perawatan sejak dini untuk menurunkan risikonya. Perawatan yang bisa Ibu lakukan adalah kontrol kadar gula tubuh secara berkala, melakukan diet, berolahraga, hingga mengonsumsi obat-obatan yang sudah dikonsultasikan dengan dokter ahli kandungan.

Dengan Layanan Expert SMS, Nikmati Ragam Informasi Langsung ke Ponsel Ibu

JOIN NUTRICLUB MEMBERSHIP
tim ahli nutriclub facebook twitter