kalender kehamilan seputar kehamilan

Kalender Kehamilan

Pilih kalender perkembangan kehamilan ibu berdasarkan :

BULAN
1
MINGGU
2

Atasi Nyeri Keram di Masa Kehamilan

Gangguan Kesehatan Gigi di Masa Kehamilan

Tanda Melahirkan - Pecahnya Air Ketuban Page 1 / 1

Keywords : Kesehatan Kehamilan

Saat sudah berada di minggu-minggu terakhir kehamilan, mungkin Ibu semakin ingin tahu mengenai apa yang terjadi saat air ketuban Ibu pecah. Pecahnya air ketuban merupakan tanda-tanda Ibu akan segera melahirkan.

Air ketuban Ibu akan pecah secara alami, di periode akhir kehamilan. Saat air ketuban pecah, maka kantung yang berisi cairan amnion yang selama ini melindungi si Kecil di dalam rahim akan keluar melalui serviks dan vagina Ibu. 
 

Did you know?

”Saat waktu melahirkan tiba, kantung ketuban Ibu akan pecah dan airnya akan keluar melalui vagina. Pada saat tersebut, Ibu perlu berhati-hati terhadap bahaya infeksi yang mungkin muncul. Ketahui selengkapnya di sini.“

LIHAT LENGKAP
Hal yang sebaiknya Ibu lakukan saat air ketuban pecah secara alami
Jika cairan yang keluar dari vagina Ibu merupakan air ketuban, sebaiknya Ibu tetap tenang. Hubungi dokter dan ikuti langkah-langkah yang disarankan oleh dokter.
 
Seberapa banyak cairan yang Ibu keluarkan akan berbeda-beda pada tiap ibu hamil. Jika Ibu merasa telah mendekati hari melahirkan, sebaiknya Ibu menggunakan pembalut. Cairan amnion itu bening dengan semburat warna kuning dan bisa juga darah. Maka ini akan tampak jelas di pembalut Ibu.
  
Banyaknya cairan yang keluar pada beberapa Ibu, membuat Ibu sebaiknya meletakan handuk bersih di bagian pangkal paha Ibu. Jika Ibu menggunakan mobil unutk pergi ke rumah bersalin, sebaiknya lindungi jok mobil dengan melapisi plastik atau handuk bersih.
 
Jika air ketuban Ibu, tidak kunjung pecah secara alami
Apabila dokter Ibu meyakini bahwa dilihat dari penghitungan hari dan semua gejala melahirkan sudah Ibu lalui, namun air ketuban Ibu tidak kunjung pecah sebenarnya ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini. Misalnya karena serviks tidak melebar atau kepala si Kecil berada jauh di panggul. Jika hal ini terjadi kemungkinan dokter merobek membran ketuban dan ini disebut sebagai amniotomi.
 
Jika telah 48 jam air ketuban pecah namun belum terjadi kontraksi
Jika air ketuban Ibu telah pecah selama lebih dari 48 jam, dan tahap persalinan Ibu belum ada peningkatan, Ibu sebaiknya berpikir serius tentang langkah yang akan Ibu pilih. Risiko Ibu dan si Kecil mengalami infeksi akan meningkat. Diinduksi setelah air ketuban Ibu pecah, tidak akan meningkatkan risiko Ibu melahirkan secara Caesar. Ibu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter apakah Ibu perlu diinduksi atau tidak

Dengan Layanan Expert SMS, Nikmati Ragam Informasi Langsung ke Ponsel Ibu

JOIN NUTRICLUB MEMBERSHIP
tim ahli nutriclub facebook twitter