Loading...
seputar-skin-to-skin-contact-saat-bayi-demam
Kesehatan

Efektifkah Skin to Skin Contact Saat Bayi Demam?

Foto Reviewer

Disusun oleh: Tim Penulis

Ditinjau oleh: Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

Diterbitkan: 10 Februari 2020


  • Apakah Skin to Skin bisa Menurunkan Demam pada Bayi?
  • Cara Melakukan Skin to Skin yang Benar pada Bayi Demam
  • Manfaat Melakukan Skin to Skin Contact
  • Hal yang Harus Diperhatikan saat Skin to Skin Contact

Demam pada si Kecil memang membuat panik ya, Ma! Berbagai pikiran buruk mungkin langsung berseliweran dalam benak Mama ketika suhu tubuh si Kecil tinggi. 

Namun, Mama tidak perlu khawatir berlebihan dan terburu-buru membawa si Kecil ke dokter ketika suhu demamnya masih di bawah 38° Celcius. Mama bisa memberikan pertolongan pertama dengan melakukan skin to skin saat bayi terserang demam.

Apakah Skin to Skin bisa Menurunkan Demam pada Bayi?

Bayi disebut mengalami demam ketika suhu tubuhnya melebihi temperatur normal yaitu 37°C. Umumnya, demam pada bayi disebabkan oleh adanya infeksi. Demam ringan biasanya tidak berbahaya bagi si Kecil, Ma.

Ada yang berpendapat bahwa kontak skin to skin bisa menurunkan demam pada bayi. Namun sejauh ini tidak ada bukti medis yang membuktikan bahwa metode skin to skin dapat menurunkan demam pada bayi. Namun memang, sentuhan dengan Mama atau Papa dapat membuat nyaman bayi. Seketika, ia akan merasa lebih nyaman dan aman. Lakukan skin to skin contact sesering mungkin saat ia demam atau sedang rewel. 

Skin to skin contact ini juga jadi metode paling mudah untuk menenangkan si Kecil, mulai dari bayi baru lahir hingga ia berusia balita karena berdekatan dengan Mama dan Papa merupakan ‘habitat’ alami si Kecil.

Walau begitu, selalu pantau kondisi si Kecil dengan saksama ya. Mama dan Papa perlu segera mencari pertolongan medis apabila bayi: 

  • Berusia di bawah 6 bulan dan memiliki suhu tubuh di atas 38°C.

  • Berusia di atas 6 bulan dan memiliki suhu tubuh di atas  39°C.

  • Mama merasa kondisi si Kecil mengkhawatirkan.  

Baca Juga: Cara Cermat Menghadapi Demam Pada Si Kecil

Cara Melakukan Skin to Skin yang Benar pada Bayi Demam

Mungkin Mama bertanya-tanya bagaimana cara melakukan skin to skin dengan tepat saat si Kecil demam. Apakah langsung diletakkan di atas dada Mama atau Papa? Atau haruskah tubuhnya dibaluri sesuatu? 

Berikut cara melakukan skin to skin yang tepat saat bayi demam: 

  1. Lepas bra dan kenakan baju yang dapat dibuka bagian kancing depannya agar kulit bagian dada terbuka. 

  2. Buka seluruh pakaian bayi, kecuali popok, kaus kaki, dan topinya, sehingga dapat terjadi kontak kulit seluas mungkin antara si Kecil dan Mama.  

  3. Letakkan bayi di dada atau di antara payudara Mama dalam posisi tegak. Pastikan dada bayi menempel pada dada Mama. 

  4. Pastikan posisi kepala bayi menghadap ke kanan atau ke kiri dengan sedikit tengadah agar jalan napas bayi tetap terbuka serta untuk memberikan peluang bagi Mama dan si Kecil melakukan kontak mata.

  5. Kemudian, biarkan bayi berbaring dengan nyaman di dada Mama. Usahakan Mama ikut tenang dan menikmati momen ini bersama si Kecil. Jangan lupa untuk bernafas secara teratur ya, Ma. 

  6. Biarkan si Kecil istirahat dan tidur dalam pelukan Mama. 

Oh iya, bukan hanya Mama saja yang dapat memberikan perawatan skin to skin saat bayi sedang demam. Papa juga dapat melakukan metode ini untuk membantu menurunkan demam si Kecil. Bahkan bentuk fisik Papa yang berbeda dengan Mama akan memberikan stimulasi positif lain bagi si Kecil.  

Lantas, berapa lama waktu yang ideal untuk melakukan skin to skin contact dengan si Kecil? Mama dan si Kecil dapat melakukan skin to skin contact paling tidak selama 60 menit. 

Baca Juga: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegah Flu Singapura pada Bayi

Manfaat Melakukan Skin to Skin Contact

Sebenarnya banyak manfaat yang ditawarkan dari praktik skin to skin contact antara Mama dengan si Kecil. Apalagi jika dilakukan selama beberapa jam setiap hari, bukan hanya saat si Kecil demam. 

1. Manfaat Skin to Skin untuk Bayi

Selain membantu menurunkan suhu tubuh si Kecil, skin to skin juga memberikan segudang manfaat baik lainnya, antara lain:

  • Membuat regulasi suhu tubuh si Kecil lebih stabil, yaitu menjadi hangat saat kedinginan dan menjadi normal saat demam. 

  • Membuat detak jantung si Kecil lebih stabil.

  • Memperbaiki pola pernapasan si Kecil. 

  • Meningkatkan level saturasi oksigen bayi. 

  • Meningkatkan durasi tidur si Kecil.

  • Membantu meningkatkan berat badan bayi secara cepat.

  • Menurunkan intensitas menangis. 

  • Membantu si Kecil untuk lebih pintar menyusu.

2. Manfaat Skin to Skin untuk Mama

Bukan hanya si Kecil saja yang akan mendapatkan manfaat positif dari skin to skin contact. Mama juga akan mendapatkan manfaat, antara lain: 

  • Meningkatkan bonding dengan si Kecil.

  • Meningkatkan produksi ASI Mama.

  • Meningkatkan rasa percaya diri Mama dalam mengasuh si Kecil.

  • Meningkatkan sense of control di dalam diri Mama. 

Hal yang Harus Diperhatikan saat Skin to Skin Contact

Selain untuk membantu menurunkan demam si Kecil, skin to skin contact sebenarnya merupakan momen yang sangat berharga antara Mama dan si Kecil untuk membangun ikatan yang lebih dalam. Untuk itu, pastikan Mama: 

1. Tidak Sambil Bermain Ponsel

Mungkin Mama merasa bosan karena harus berdiam diri sambil menimang si Kecil. Namun, hal tersebut tidak bisa menjadi alasan bagi Mama untuk bermain ponsel saat melakukan skin to skin. Bukan hanya membuat si Kecil merasa tidak nyaman, tapi juga dapat membahayakan si Kecil. 

Kita tidak tahu kapan akan lengah dan tidak sengaja menyetel volume terlalu keras atau tanpa sengaja menjatuhkan ponsel di atas tubuh si Kecil. Nikmati momen skin to skin sepenuhnya dengan si Kecil, ya, Ma.

2. Mama dalam Keadaan Sehat

Pastikan Mama juga sedang dalam keadaan fit saat melakukan skin to skin dengan si Kecil. Pasalnya, si Kecil belum memiliki sistem imun yang sempurna. Selain itu, saat sakit daya tahan tubuhnya sedang dalam kondisi menurun. 

Jika melakukan skin to skin contact dengan Mama yang sedang sakit, kemungkinan si Kecil tertular justru akan semakin besar. Biarkan Papa yang menjalankan skin to skin contact dengan si Kecil atau tunda dulu hingga Mama merasa lebih baik. 

Selain itu, Mama juga perlu memastikan kulit dalam keadaan sehat. Misalnya, tidak ada ruam kulit atau luka yang terbuka.

3. Mama dalam Kondisi Bersih

Sebelum melakukan skin to skin pada si Kecil pastikan tubuh Mama tidak terkontaminasi dengan parfum, asap rokok, dan bahan kimia lain yang berbahaya bagi bayi. Mama dapat mandi terlebih dahulu dan tunda penggunaan produk skincare hingga selesai melakukan skin to skin dengan si Kecil.

Baca Juga: Pertolongan Pertama Demam Berdarah pada Anak dan Pencegahannya

Nah, sekarang Mama sudah tahu bagaimana cara yang benar dalam melakukan skin to skin contact dan juga mengetahui kenapa cara ini bisa bekerja dengan efektif. 

Semoga setelah menerapkan metode ini, si Kecil segera membaik ya, Ma. Demamnya turun sehingga ia bisa bermain lagi dengan ceria. 

Oh iya,  Mama bisa mendapatkan beberapa solusi lain yang dapat Mama terapkan sesuai dengan kondisi si Kecil saat demam. Cek selengkapnya pada tools Panduan saat si Kecil Demam

Selain itu, saat Mama juga bisa berkonsultasi langsung pada tim Nutriclub Expert Advisor yang siap diandalkan untuk menjawab semua kekhawatiran Mama. 

Jadi Mama tidak perlu khawatir, ya, dan semoga si Kecil sehat selalu!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  1. Kangaroo Care: What it is, Benefits & How To Do It. (2020). Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/12578-kangaroo-care#:~:text=The%20baby%2C%20who%20is%20typically,are%20still%20in%20the%20hospital.

  2. First aid for a baby or child with a fever. (2017). British Red Cross. https://www.redcross.org.uk/first-aid/learn-first-aid-for-babies-and-children/fever

  3. IDAI | Perawatan Metode Kanguru (PMK) Meningkatkan Pemberian ASI. (2013). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/perawatan-metode-kanguru-pmk-meningkatkan-pemberian-asi

  4. https://www.vinmec.com/en/news/health-news/general-health-check/does-skin-to-skin-contact-with-fever-really-make-sense/

Artikel Terkait