Bayi bisa mengalami pilek 2-3 bulan sekali dalam 1 tahun pertama usianya. Jadi, Mama harus tahu juga apa saja cara mengatasi pilek pada bayi tanpa obat. Yuk, simak!
Bagaimana Cara agar Pilek Bayi Cepat Sembuh?
Ada beberapa cara alami yang dapat membantu si Kecil merasa lebih nyaman dan lebih cepat pulih dari pilek:
1. Menggunakan Penyedot Hidung Bayi
Cara mengatasi pilek pada bayi yang paling mudah dilakukan adalah menyedot ingusnya menggunakan syringe bulb.
Sebelum menggunakannya, pastikan syringe bulb steril. Kemudian, masukkan ujung pipet penghisap sekitar 1 cm ke dalam salah satu lubang hidung si Kecil.
Tekan pompanya dengan lembut untuk menarik ingus keluar. Hindari menghisap ingus menggunakan mulut, karena akan meningkatkan risiko infeksi pada bayi.
2. Pemberian Larutan Saline (Air Garam)
Larutan saline dapat bantu mengencerkan ingus yang terlalu kental dan sulit dikeluarkan.
Buat sendiri larutan saline dengan mencampurkan setengah sendok teh garam dapur ke dalam secangkir air hangat.
Mama hanya perlu memberikan 2-3 tetes larutan saline pada masing-masing lubang hidung si Kecil.
Setelah itu, Mama dapat menyedot ingus dengan nasal aspirator atau bulb syringe. Pilih yang ujungnya kecil supaya tidak menyakiti hidung bayi.
3. Menggunakan Humidifier untuk Menjaga Kelembapan
Mama perlu memperhatikan tingkat kelembaban ruangan bayi. Jika angkanya di bawah 30% (ukur dengan hygrometer), sebaiknya Mama matikan AC dan menyalakan humidifier.
Ruangan dengan udara yang terlalu kering tidak baik bagi bayi yang sedang pilek karena dapat memicu penebalan ingus di hidung dan tenggorokan.
Terus pantau tingkat kelembaban kamar si Kecil. Mama perlu mematikan humidifier saat kelembaban ruangan mencapai 50% untuk mencegah tumbuhnya jamur dan bakteri.
Baca Juga: Penyebab Napas Bayi Grok-Grok dan Cara Mengatasinya
4. Pijat Bayi dengan Teknik Khusus
Ma, memijat bagian tubuh tertentu dengan teknik khusus ternyata juga bisa membantu meringankan gejala pilek. Jika bayi pilek, apa yang harus dipijat?
Mama bisa coba memijat bagian dada dengan menggunakan minyak terapeutik. Usapkan kedua tangan Mama dari tengah dada ke arah bahu.
Selanjutnya, buat gerakan seperti membentuk hati mulai dari dada, sentuh bahu, dan kembali ke dada. Ulangi gerakan ini beberapa kali.
Setelah itu, usap bayi secara diagonal dari pinggul kiri ke bahu kanan, lalu kembali ke pinggul kiri. Ulangi juga untuk sisi sebaliknya, dari pinggul kanan ke bahu kiri dan kembali ke pinggul kanan.
5. Mandi Air Hangat atau Uap
Untuk meredakan pilek pada bayi, Mama bisa memandikannya dengan air hangat di kamar mandi yang beruap.
Caranya, nyalakan dulu pancuran air panas selama beberapa menit sebelum menyiapkan bak mandi. Biarkan bayi bermain di bak mandi dengan pengawasan Mama, ya.
Selain menjadi cara mengatasi pilek pada bayi yang ampuh, mandi air hangat juga bisa membuat bayi lebih tenang.
6. Tingkatkan Asupan Cairan pada Bayi
Cara mengatasi pilek pada bayi selanjutnya adalah dengan meningkatkan asupan cairan hariannya. Cairan penting untuk menjaga tubuh bayi tetap terhidrasi saat sedang sakit, termasuk pilek.
ASI adalah pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan cairan bayi. Tidak perlu memberi cairan tambahan selain ASI, kecuali atas saran dokter.
ASI memberikan perlindungan ekstra bagi bayi karena mengandung antibodi yang membantu melawan kuman penyebab pilek.
7. Posisi Tidur yang Mendukung Pernapasan Bayi
Posisi tidur yang membantu melegakan hidung tersumbat adalah dengan meninggikan posisi kepalanya. Caranya dengan meletakkan lipatan handuk tipis di bawah sprei.
Metode ini dapat mencegah lendir mengalir balik dan mengeras di dalam rongga hidung yang bisa membuat si Kecil semakin susah bernapas lega.
Namun, jangan meletakkan lipatan handuk di atas permukaan sprei. Handuk dapat menutupi saluran pernafasan bayi dan meningkatkan risiko SIDS (sudden infant death syndrome).
8. Memberikan Makanan yang Mendukung Daya Tahan Tubuh Bayi
Makanan yang bergizi sangat penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi. ASI adalah sumber utama nutrisi yang dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi.
Jika bayi sudah mulai MPASI, Mama bisa memberikannya makanan kaya zinc, seperti daging merah, telur, dan kacang-kacangan yang penting bagi sistem kekebalan tubuh.
Nutrisi ini membantu tubuh bayi untuk memproduksi sel darah putih yang berfungsi melawan kuman penyebab penyakit.
9. Menjaga Bayi dari Polusi Udara dan Iritan
Mama perlu menjauhkan si Kecil dari polusi udara dan iritan, seperti paparan asap rokok sebagai cara mengatasi pilek pada bayi yang selanjutnya.
Asap rokok bisa memperparah gejala pilek karena membuat tenggorokan dan hidung iritasi.
Bayi yang terpapar asap rokok lebih sulit sembuh dari pilek dan berisiko tinggi terkena bronkitis atau pneumonia.
10. Berikan Obat yang Tepat sesuai Anjuran Dokter
Jika pilek yang dialami si Kecil cukup parah, pemberian obat-obatan medis mungkin diperlukan.
Namun, pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan obat apapun pada bayi, Ma.
Nantinya, dokter akan memberikan obat yang aman dengan dosis sesuai usia si Kecil sebagai cara mengatasi pilek pada bayi yang tak kunjung sembuh.
11. Menggunakan Minyak Esensial
Beberapa jenis minyak esensial dapat membantu melindungi tubuh dari virus dan bakteri tertentu, termasuk virus penyebab pilek.
Salah satu minyak esensial yang aman untuk bayi adalah minyak lavender yang dikenal memiliki efek menenangkan.
Cara penggunaannya bisa dengan meneteskan minyak esensial ke diffuser atau mencampurnya dengan minyak pembawa (carrier oil) untuk dipijat pada dada bayi.
Pastikan untuk tidak langsung mengoleskan minyak esensial ke kulit bayi tanpa mencampurnya dengan minyak pembawa.
12. Menjaga Suhu Ruangan yang Tepat
Bayi yang sedang mengalami pilek sering kali juga mengalami demam, sehingga penting bagi Mama untuk menjaga suhu ruangan tetap ideal.
Suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat memperburuk kondisi pilek bayi. Suhu ruangan yang ideal saat bayi pilek dan demam adalah sekitar 20 derajat Celsius.
13. Jaga Kebersihan Tangan dan Lingkungan
Tahukah, Mama? 80% penularan infeksi terjadi lewat sentuhan, sehingga penting untuk selalu menjaga kebersihan tangan dan lingkungan di sekitar bayi.
Cuci tangan teratur sebelum memegang bayi atau memberi makan. Selain itu, pastikan semua peralatan yang digunakan bayi, seperti botol susu dan mainan selalu dalam kondisi bersih.
Dengan menjaga kebersihan, Mama bisa bantu mengurangi kemungkinan penularan kuman atau virus lain yang dapat memperburuk pilek pada bayi.
14. Pastikan Bayi Tidur Cukup
Ketika bayi mengalami pilek, tidur yang cukup dapat membantu mereka melawan virus penyebab pilek.
Bagaimana cara agar bayi tidur nyenyak saat pilek? Untuk membantu si Kecil tidur lebih nyenyak, pastikan Mama membersihkan hidungnya sebelum tidur siang atau malam.
Memberikan pelukan juga bisa membantu meredakan ketidaknyamanan dan membuat bayi merasa lebih tenang dan nyaman.
Baca Juga: 15 Cara Menidurkan Bayi yang Efektif
15. Terapi Bawang Merah
Bawang merah bisa digunakan untuk melegakan hidung yang tersumbat karena kandungan sulfur di dalamnya bisa bantu mengencerkan lendir yang menumpuk.
Lantas, bagaimana cara menggunakan bawang merah untuk bayi batuk pilek? Mama cukup memotong-motong bawang dan meletakkannya di atas piring kecil.
Letakkan piring di samping tempat tidur supaya terhirup oleh si Kecil. Mama tidak perlu membalurkan bawang merah ke tubuh si Kecil karena hal tersebut dapat menyebabkan iritasi.
Berapa Lama Pilek pada Bayi Hilang?
Melansir dari National Health Service, pilek pada bayi dapat memakan waktu hingga 2 minggu untuk sembuh.
Namun, beberapa bayi mungkin memerlukan waktu lebih lama tergantung pada tingkat keparahan pilek dan kondisi kesehatan masing-masing.
Jika pilek bayi tidak sembuh dalam jangka waktu tersebut atau gejalanya semakin parah, segera bawa bayi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapan Harus ke Dokter?
Apabila pilek tidak kunjung sembuh dan si Kecil menunjukkan hal-hal berikut ini, sebaiknya segera bawa ke dokter:
- Bayi berusia di bawah 3 bulan.
- Pilek disertai batuk terus-menerus.
- Ingus kental berwarna hijau selama beberapa hari.
- Mata si Kecil merah atau mengeluarkan cairan mata kuning atau kehijauan.
- Suhu badan mencapai (38 C).
- Mengalami kesulitan bernapas atau mengi.
- Telinganya sakit (terjadi infeksi telinga).
- Jarang buang air kecil.
- Batuk keras dan menyebabkan muntah atau perubahan warna kulit.
- Batuk mengeluarkan lendir bercampur darah.
- Menolak untuk menyusui atau mengonsumsi cairan.
- Tidak bertenaga.
- Sulit bernapas atau kebiruan di sekitar bibir.
Apabila Mama dan Papa masih memiliki pertanyaan seputar cara mengatasi pilek pada bayi atau kondisi kesehatan lainnya, langsung hubungi layanan Nutriclub Expert Advisor.
Mama juga bisa dapatkan tips dan panduan eksklusif mendukung daya tahan tubuh bayi dengan download E-Book Dukung Imunitas di 1000 Hari Pertama Anak secara gratis!