Loading...
ciri ciri anak kekurangan kalsium-nutriclub
Nutrisi

8 Ciri Anak Kekurangan Kalsium dan Risiko Penyakitnya

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 19 Maret 2025


  • Apa Penyebab Anak Kekurangan Kalsium?
  • Ciri-Ciri Anak Kekurangan Kalsium
  • Penyakit yang Dapat Terjadi Akibat Anak Kekurangan Kalsium
  • Cara Mencegah dan Mengatasi Kekurangan Kalsium pada Anak

Survey SEANUTS II 2024 melaporkan 78% anak Indonesia kekurangan kalsium. Maka, Mama perlu mengenali ciri-ciri anak kekurangan kalsium untuk segera melakukan pencegahan dan perawatan yang tepat.

Apa Penyebab Anak Kekurangan Kalsium?

Penyebab utama anak kekurangan kalsium adalah tidak tercukupinya asupan kalsium yang terjadi dalam jangka waktu panjang.

Sebagai acuan, anak usia 1-3 tahun butuh 650 mg kalsium per hari dan anak usia 4-6 tahun perlu 1000 mg kalsium per hari.

Kekurangan vitamin D juga dapat mengganggu penyerapan kalsium dalam tubuh sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan kalsium harian si Kecil.

Penyebab lainnya adalah gangguan penyerapan nutrisi, gangguan hormon, atau kondisi medis tertentu.

Ciri-Ciri Anak Kekurangan Kalsium

Defisiensi kalsium adalah salah satu masalah kesehatan pada anak yang harus diwaspadai. Berikut adalah beberapa tanda dan gejala anak kekurangan kalsium yang perlu Mama tahu: 

1. Tulang Rapuh dan Mudah Patah

Ciri-ciri anak kekurangan kalsium yang utama adalah gangguan pada pertumbuhan tulangnya.

Defisiensi kalsium dapat menyebabkan penurunan massa tulang, yang meningkatkan risiko patah tulang dan masalah kesehatan tulang jangka panjang.

Kurangnya kalsium juga dapat menyebabkan rakhitis pada anak, yaitu kondisi tulang lemah dan lunak yang berisiko menyebabkan kaki bengkok dan pertumbuhan tulang terhambat.

2. Gigi Terlambat Tumbuh

Defisiensi kalsium dapat menyebabkan email gigi anak tidak berkembang dengan baik, sehingga si Kecil lebih rentan mengalami karies dan gigi berlubang. 

Kekurangan kalsium juga dapat menyebabkan pertumbuhan gigi susu dan gigi permanen anak terlambat.

3. Mudah Sakit

Kalsium bekerja dengan vitamin D untuk mendukung sistem imun dan mencegah infeksi. Asupan yang cukup penting agar imun anak tetap kuat dan sehat.

Anak yang kekurangan kalsium lebih gampang sakit dan lebih lama sembuhnya daripada anak yang kebutuhan kalsiumnya terpenuhi dengan baik.

Kekurangan kalsium melemahkan sistem imun anak karena perannya dalam aktivasi sel imun. Defisiensi kalsium juga dapat menyebabkan respons inflamasi yang tidak seimbang.

Baca Juga: 8 Vitamin Daya Tahan Tubuh untuk Anak agar Tidak Mudah Sakit

4. Otot Lemah dan Mudah Kram 

Ciri-ciri anak kekurangan kalsium bisa dilihat apakah ia sering mengalami kram, kesemutan, atau mati rasa.

Ketika tubuh kekurangan kalsium, anak mungkin merasakan kesemutan di sekitar mulut atau jari, atau otot mereka bisa menegang dan berkedut. Anak dengan kalsium yang rendah juga sering kejang otot.

Dalam kasus yang sangat serius, anak yang kekurangan kalsium bisa sulit bernapas, pingsan, mengalami kejang, atau jantungnya tidak bekerja dengan baik.

5. Rewel dan Mudah Lelah

Kalsium memengaruhi kinerja saraf dan otot. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan perubahan suasana hati, rewel, mudah tersinggung, dan kelelahan terus-menerus pada anak.

Kondisi tubuh tidak berenergi dan lesu ini juga bisa mengakibatkan kesulitan tidur pada anak. 

6. Kuku dan Rambut Rapuh

Kalsium sangat penting untuk perkembangan dan pemeliharaan kuku yang kuat. Maka itu, rambut dan kuku yang rapuh, atau tumbuh lebih lambat, dapat menjadi ciri-ciri anak kekurangan kalsium.

Meskipun tidak secara langsung terkait, defisiensi kalsium dapat berhubungan dengan kerontokan rambut karena perannya dalam kesehatan tubuh secara keseluruhan.

7. Kulit Kering dan Bersisik

Coba perhatikan kondisi kulit si Kecil. Kekurangan kalsium dapat mengganggu fungsi pelindung kulit dengan melemahkan proses keratinisasi dan keseimbangan pH sehingga menyebabkan kulit kering dan bersisik.

Selain itu, defisiensi kalsium juga dikaitkan dengan risiko psoriasis dan eksim pada anak, terutama bagi anak yang memiliki alergi susu atau asupan kalsium rendah. 

8. Sering Mimisan atau Gusi Berdarah

Meskipun tidak umum, kekurangan kalsium dapat mempengaruhi fungsi pembekuan darah, yang berpotensi menyebabkan anak rentan mimisan dan gusi berdarah.

Baca Juga: Penyebab Anak Kurang Gizi, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya

Penyakit yang Dapat Terjadi Akibat Anak Kekurangan Kalsium

Anak yang kekurangan kalsium dalam jangka panjang akan mengalami gangguan kesehatan dan lebih berisiko terkena penyakit tertentu. Berikut di antaranya: 

1. Hipokalsemia

Hipokalsemia adalah kondisi ketika kadar kalsium di darah sangat rendah. Beberapa gejala hipokalsemia mirip dengan ciri-ciri anak kekurangan kalsium, yakni:

  • Rewel
  • Muntah
  • Lemas, lesu 
  • Badan gemetar dan gelisah 
  • Tidak nafsu makan 
  • Kejang-kejang 

2. Rakitis

Tanpa kalsium dan vitamin D yang mencukupi, anak bisa mengalami rakitis yaitu tulang yang lunak dan lemah. Gejala rakitis antara lain: 

  • Otot yang lemah dan nyeri 
  • Lebih pendek dibanding anak seusianya
  • Punya masalah kesehatan gigi 
  • Gampang patah tulang 
  • Kaki berbentuk X

3. Kaki Bentuk X 

Anak dengan rakitis dapat memiliki kaki yang berbentuk X. Kaki X adalah kondisi saat anak berdiri dan lututnya saling bersentuhan, tapi pergelangan kakinya terpisah jauh, sehingga membentuk huruf X. 

4. Osteopenia dan Osteoporosis Dini

Mengalami kekurangan kalsium dalam jangka panjang bisa menyebabkan osteopenia pada anak. 

Osteopenia adalah menurunnya kepadatan mineral pada tulang. Nantinya, osteopenia dapat menjadi osteoporosis. Osteoporosis membuat tulang jadi rentan patah, nyeri, dan postur tubuh bermasalah.

Cara Mencegah dan Mengatasi Kekurangan Kalsium pada Anak

Kekurangan kalsium pada anak harus diatasi sejak dini agar tidak berkembang serius. Mengejar kekurangannya saat dewasa nanti justru kurang efektif bagi kesehatan si Kecil. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Memberikan Asupan Makanan Kaya Kalsium

Hal pertama yang harus dilakukan jika anak kekurangan kalsium adalah memberikan makanan tinggi kalsium untuk si Kecil, di antaranya susu, keju, yogurt, brokoli, bayam, tahu, almond, dan sarden. 

Mama juga bisa memberikan susu tinggi kalsium yang difortifikasi vitamin D serta berbagai nutrisi penting lain, seperti Nutrilon Royal 3

Nutrilon Royal 3 satu-satunya susu pertumbuhan yang dirancang secara saintifik dengan Double Biotics FOS:GOS dan DHA & EPA yang lebih tinggi, menjadikannya nutrisi optimal sebagai "The Formula For Winning Child". Dukung perkuat imunitas dan bantu maksimalkan inteligensinya untuk persiapkan anak jadi pemenang.

Hindari memberikan soda pada anak karena selain tinggi gula, soda juga bisa menghambat penyerapan kalsium. 

Baca Juga: 14 Makanan yang Mengandung Kalsium Tinggi untuk Anak

2. Meningkatkan Penyerapan Kalsium dengan Vitamin D

Untuk menangani ciri-ciri anak kekurangan kalsium, Mama harus memastikan anak mendapatkan vitamin D. Pasalnya, vitamin D akan membantu meningkatkan penyerapan kalsium. 

Makanan sumber vitamin D yang bagus untuk anak contohnya telur, ikan (salmon, tenggiri, makarel, sarden, tuna), dan minyak ikan

Jika ingin memberikan si Kecil suplemen vitamin D, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter untuk dapatkan dosis dan cara konsumsinya yang tepat. 

3. Rutin Beraktivitas Fisik

Selain dari makanan, pastikan si Kecil juga rutin beraktivitas fisik dan berolahraga untuk mencegah kekurangan kalsium.

Utamakan beraktivitas di pagi hari, karena berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 15-30 menit per hari dapat membantu meningkatkan asupan vitamin D yang lebih mudah diserap tubuh.

Penelitian juga menunjukkan kalau aktivitas fisik rutin seperti berjalan, berlari, melompat, atau berolahraga membantu anak membangun tulang yang kuat. 

Itu dia Ma, penjelasan lengkap tentang ciri-ciri anak kekurangan kalsium, risiko penyakit yang akan terjadi, dan berbagai tips untuk pencegahannya. 

Bila Mama masih ingin mendapatkan artikel seputar nutrisi dan kesehatan anak, bergabunglah menjadi member Nutriclub!

Di Nutriclub Mama bisa mengakses konten yang telah diverifikasi pada ahli, panduan parenting, dan fitur-fitur menarik lainnya. Yuk, gabung sekarang, gratis lho!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  • American Academy of Pediatrics. (2022, September 27). Calcium: The Bone Builder Kids & Teens Need. HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/calcium-the-bone-builder-kids-and-teens-need.aspx
  • Barhum, L. (2023, December 17). Calcium deficiency disease (hypocalcemia): 7 symptoms and causes. Www.medicalnewstoday.com. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321865
  • Brennan, D. (2021, June 21). What Is Hypocalcemia? WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-hypocalcemia
  • Editorial Team. (2025). Fortis Healthcare Ltd. Fortis Healthcare. https://www.fortishealthcare.com/blogs/calcium-deficiency-children-symptoms-causes-and-remedies
  • Gavin, M. L. (2017). Calcium (for Parents) - KidsHealth. Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/calcium.html
  • Hirsch, L. (2021, February). Rickets (for Parents) - Nemours KidsHealth. Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/rickets.html
  • L. Pitone, M. (2021, February). Low Calcium in Babies (Hypocalcemia) (for Parents) - Nemours Kidshealth. Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/hypocalcemia.html
  • S. Helms, A. (2020, April). Knock Knees (Genu Valgum) (for Parents) - Nemours KidsHealth. Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/knock-knees.html
  • Sonum Bharill, & Wu, M. (2023). Hypocalcemia and Hypercalcemia in Children. Pediatrics in Review, 44(9), 533–536. https://doi.org/10.1542/pir.2022-005578
  • Tim Penulis. (2024, November 8). Hampir Semua Anak di Indonesia Kekurangan Kalsium dan Vitamin D. Gaya Hidup; cnnindonesia.com. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20241108151832-255-1164516/hampir-semua-anak-di-indonesia-kekurangan-kalsium-dan-vitamin-d
  • Andrii Tytusa, Jutyna Wyszyńska, Yatsula, M., Serhiy Nyankovskyy, Mazur, A., & Katarzyna Dereń. (2022). Deficiency of Daily Calcium and Vitamin D in Primary School Children in Lviv, Ukraine. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(9), 5429–5429. https://doi.org/10.3390/ijerph19095429
  • Escobedo-Monge, M. F., Bahillo-Curieses, P., Parodi-Román, J., Escobedo-Monge, M. A., Alonso-López, P., & Marugán-Miguelsanz, J. M. (2024). Calcium, Phosphate, and Vitamin D in Children and Adolescents with Chronic Diseases: A Cross-Sectional Study. Nutrients, 16(9), 1349. https://doi.org/10.3390/nu16091349
  • Tiphaine Davit-Béal, Gabay, J., Antoniolli, P., Masle-Farquhar, J., & Maryse Wolikow. (2014). Dental Complications of Rickets in Early Childhood: Case Report on 2 Young Girls. PEDIATRICS, 133(4), e1077–e1081. https://doi.org/10.1542/peds.2013-0733
  • Ali, N., Yunus, F., Siddique, S., Tahir, H., Ullah, U., & Saad, M. (2022). Role of Calcium in Development of Early Childhood Dental Caries. 16(7), 897–899. https://doi.org/10.53350/pjmhs22167897
Artikel Terkait