Loading...
susu tinggi kalsium untuk anak-nutriclub
Nutrisi

6 Manfaat Susu Tinggi Kalsium untuk Anak dan Rekomendasinya

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 19 Maret 2025


  • Manfaat Susu Tinggi Kalsium untuk Anak Usia 1-5 Tahun
  • Tips Memilih Susu Tinggi Kalsium yang Tepat
  • Cara Mengoptimalkan Asupan Kalsium Anak Selain dari Susu

Memberikan susu tinggi kalsium adalah salah satu sumber nutrisi tambahan yang bisa Mama pertimbangkan untuk mendukung pertumbuhan si Kecil secara optimal. Cari tahu manfaat dan tips memilihnya!

Manfaat Susu Tinggi Kalsium untuk Anak Usia 1-5 Tahun

Kalsium sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang anak hingga tua nanti. Selain itu, beberapa manfaat susu tinggi kalsium untuk anak lainnya adalah:

1. Mendukung Pertumbuhan Tulang yang Optimal

Tulang kita hampir 99% tersusun atas kalsium. Itu sebabnya, mendapatkan asupan kalsium yang cukup sangat penting agar tulang dan gigi anak tetap kuat hingga ia dewasa.

Kurangnya asupan kalsium selama masa pertumbuhan bahkan dapat menyebabkan anak berisiko lebih tinggi mengalami osteoporosis ketika ia dewasa.

2. Mendukung Fungsi Otot dan Saraf

Bukan hanya pertumbuhan tulang dan gigi, manfaat kalsium untuk anak adalah menjaga fungsi otot dan saraf.

Ini karena kalsium adalah mineral penting yang membantu menghantarkan rangsangan saraf dan mengatur kontraksi otot, sehingga memastikan komunikasi sel dan fungsi otot berjalan optimal.

3. Menunjang Sistem Kekebalan Tubuh

Kalsium juga berperan penting dalam sistem imun anak. Sel imun seperti T-cell dan B-cell membutuhkan kalsium untuk mendeteksi ancaman bakteri dan virus, juga untuk melawan infeksi.

Namun, tubuh memerlukan vitamin D agar dapat menyerap kalsium dengan optimal. Oleh karena itu, susu tinggi kalsium untuk anak sebaiknya juga mengandung vitamin D.

Jika kadar kalsium dan vitamin D tidak mencukupi, respons imun bisa melemah sehingga si Kecil menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit.

Hal ini dibuktikan dalam jurnal Nutrients tahun 2020 yang menyebutkan bahwa anak dengan asupan vitamin D yang cukup berisiko lebih rendah terkena infeksi.

Baca Juga: 8 Vitamin Daya Tahan Tubuh untuk Anak agar Tidak Mudah Sakit  

4. Mendukung Perkembangan Kognitif dan Fungsi Otak

Manfaat lain dari susu tinggi kalsium untuk anak adalah bantu mengoptimalkan fungsi kognitif si Kecil

Sebuah penelitian menyebutkan kalsium berperan penting dalam tahap awal pembentukan sel-sel saraf. Bukan hanya itu, kemampuan kognitif anak juga dipengaruhi oleh asupan kalsium yang si Kecil dapatkan.

Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan IQ pada anak yang asupan kalsiumnya  tercukupi, dibandingkan dengan anak yang asupan kalsiumnya kurang. 

5. Bantu Cegah Risiko Kekurangan Kalsium

Asupan kalsium yang tinggi di dalam susu untuk anak bisa membantu si Kecil memenuhi kebutuhan harian dan meminimalisir risiko mengalami masalah pertumbuhan tulang yang disebut rakitis.

Rakitis terjadi ketika tubuh kekurangan vitamin D dan kalsium. Anak yang mengalami rakitis akan memiliki kaki seperti huruf O atau bengkok, tubuh pendek, dan kadang nyeri atau kelemahan otot.

6. Menjaga Kesehatan dan Kekuatan Gigi

Susu tinggi kalsium untuk anak akan membantu si Kecil dalam memelihara kesehatan dan kekuatan gigi.

Walau kelak gigi susu anak akan digantikan dengan gigi dewasa, menjaga gigi susu tetap utuh sampai waktu tanggal juga penting.

Sebuah studi yang dilakukan pada anak dan remaja menunjukkan bahwa asupan kalsium dari susu sering kali dapat membantu mencegah karies gigi pada kedua kelompok usia tersebut.

Tips Memilih Susu Tinggi Kalsium yang Tepat

Begitu banyak produk yang beredar di pasaran, berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda ikuti dalam memilih susu tinggi kalsium untuk anak:

1. Periksa Kandungan Kalsium dalam Tabel Nutrisi

Untuk mendapatkan asupan kalsium yang tepat, Mama perlu memeriksa label informasi nilai gizi pada kemasan susu agar tahu jumlah kalsium di dalamnya.

Kebutuhan kalsium harian anak usia 1-3 tahun adalah 650 mg per hari. Pilihlah susu pertumbuhan anak yang setidaknya bisa mencukupi kebutuhan kalsium dari tiap takaran sajinya.

2. Hindari Susu dengan Gula Tambahan

Saat Mama hendak memilih susu untuk si Kecil, selalu usahakan memilih susu rendah gula (0 gram sukrosa).

Sebab, kandungan gula yang tinggi akan meningkatkan risiko kelebihan berat badan pada anak. Anak yang memiliki berat badan berlebih lebih rentang mengalami diabetes tipe 2 dan penyakit metabolik lainnya.

Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi sukrosa berlebihan dapat meningkatkan pembuangan kalsium melalui urine, yang berisiko menyebabkan batu ginjal.

Baca Juga: 8 Manfaat Minum Susu untuk Tumbuh Kembang Anak

3. Pilih Susu yang Terfortifikasi Vitamin D

Penyerapan kalsium dari susu bisa jadi tidak optimal ketika asupan vitamin D justru kurang. Sebab, vitamin D-lah yang berperan untuk menyerap kalsium.

Maka, saat Mama sedang memilih susu tinggi kalsium untuk anak, carilah yang dilengkapi dengan vitamin D agar penyerapan kalsium jadi lebih optimal.

4. Pastikan Terfortifikasi FOS:GOS

Selain vitamin D, Mama juga perlu memilih susu kalsium untuk anak yang punya kandungan FOS:GOS. FOS:GOS adalah serat pangan yang membantu dalam sistem cerna.

Jika pencernaan anak sehat, penyerapan berbagai nutrisi termasuk kalsium juga jadi lebih optimal.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa FOS dan GOS juga dapat membantu meningkatkan penyerapan kalsium di usus untuk disalurkan ke tubuh, termasuk ke jaringan tulang.

5. Pastikan Anak Tidak Memiliki Alergi Susu atau Intoleransi Laktosa

Sebelum memberikan susu untuk anak, Mama pastikan dulu bahwa si Kecil tidak memiliki alergi susu atau intoleransi laktosa, ya.

Alergi susu sapi atau intoleransi laktosa akan menyebabkan beberapa masalah kesehatan pada si Kecil, mulai dari sakit perut, diare, hingga batuk karena reaksi alergi.

Cara Mengoptimalkan Asupan Kalsium Anak Selain dari Susu

Selain memilih susu yang tepat, ada beberapa cara lain yang bisa Mama lakukan agar asupan kalsium si Kecil lebih optimal, yaitu:

1. Dari Makanan Sehari-hari

Selain dari susu, Mama bisa memenuhi kebutuhan si Kecil dengan memberikan makanan tinggi kalsium berikut ini:

  • Sayuran hijau, seperti brokoli, sawi putih, kalem, dan pokcoy.
  • Produk olahan susu, seperti keju dan yogurt.
  • Ikan dengan tulang lunak, seperti sarden atau teri.
  • Tahu.
  • Almond.
  • Kacang kedelai atau edamame.
  • Kacang-kacangan, seperti kacang merah dan chickpeas.
  • Buah-buahan, seperti jeruk dan plum kering (prune). 

2. Cukupi Asupan Vitamin D 

Vitamin D sangat penting untuk penyerapan kalsium. Tanpa vitamin D yang cukup, setinggi apa pun kalsium yang masuk tidak dapat diserap secara optimal.

Terkadang, dari makanan saja belum cukup memenuhi kebutuhan anak. Untuk itu, Mama bisa menggunakan suplemen yang direkomendasikan dokter.

Selain itu, berjemur di bawah sinar matahari juga bisa membantu menambah kadar vitamin D di dalam tubuh si Kecil.

3. Optimalkan Asupan Magnesium dan Fosfor

Kalsium bukan satu-satunya mineral yang ada di dalam tulang, lho, Ma.

Ada juga magnesium dan fosfor yang menjaga kesehatan tulang. Bahkan, dari keseluruhan mineral tersebut di tubuh, sekitar 98% kalsium, 80% fosfor, dan 65% magnesium tersimpan di tulang.

Maka itu, sebisa mungkin juga penuhi kebutuhan magnesium dan fosfor, agar manfaat kalsium dari susu tetap optimal untuk anak. Mama bisa mendapatkan magnesium dan fosfor untuk si Kecil dari:

  • Kacang-kacangan (almond, kacang mete, kacang tanah).
  • Ikan & makanan laut (salmon, sarden, udang).
  • Daging & unggas (daging sapi, ayam, hati).
  • Sayuran hijau (bayam, kangkung, brokoli).
  • Produk susu (susu, keju, yogurt).

Lalu selain melalui makanan, Mama juga bisa bantu lengkapi asupan gizi si Kecil dengan memberikan susu tinggi kalsium yang diperkaya nutrisi penting lainnya, seperti Nutrilon Royal 3.

Nutrilon Royal 3 satu-satunya susu pertumbuhan yang dirancang secara saintifik dengan Double Biotics FOS:GOS dan DHA EPA yang lebih tinggi, menjadikannya nutrisi optimal sebagai "The Formula For Winning Child". Dukung perkuat imunitas dan maksimalkan intelegensi si Kecil.

Mau mencoba Nutrilon Royal 3? Yuk, gabung jadi member Nutriclub untuk mendapatkan beragam promo dan penawaran menarik dari setiap pembelian produk Nutrilon! 

Dengan jadi member, Mama juga bisa dapatkan akses eksklusif ke ratusan artikel parenting dan tumbuh kembang anak yang diverifikasi expert. Gratis!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Mama
  1. Kids Health Editorial Team. (2021). Calcium (for Parents). Kidshealth.org. https://kidshealth.org/en/parents/calcium.html
  2. Healthy Children Editorial Team. (2025, February 5). Calcium: The Bone Builder Kids & Teens Need. HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/calcium-the-bone-builder-kids-and-teens-need.aspx
  3. Whisner, C. M., & Castillo, L. F. (2017). Prebiotics, Bone and Mineral Metabolism. Calcified Tissue International, 102(4), 443–479. https://doi.org/10.1007/s00223-017-0339-3
  4. ‌Zhang, Q., Bai, X., Jin, H., & Dong, N. (2024). Combined effect of dietary calcium consumption and physical activity on dental caries in children and adolescents: a study of the NHANES database. BMC Oral Health, 24(1). https://doi.org/10.1186/s12903-024-03969-5
  5. Aneeb Mengal, Shanza, Ansari, A., Mangi, A., Memon, S. F., & Shaikh, S. A. (2024). Role of Calcium in Mental Development and Intelligence of School-Aged Children of District Hyderabad, Sindh. Annals of Punjab Medical College, 18(3), 196–200. https://doi.org/10.29054/apmc/2024.1630
  6. ‌Mailhot, G., & White, J. H. (2020). Vitamin D and Immunity in Infants and Children. Nutrients, 12(5), 1233–1233. https://doi.org/10.3390/nu12051233
  7. Animesh Katiyar. (2022). Calcium’s Role in Child Growth and Development and It’s Complications. Journal for Research in Applied Sciences and Biotechnology, 1(1), 1–6. https://doi.org/10.55544/jrasb.1.1.1
  8. Mihatsch, W., Fewtrell, M., Goulet, O., Molgaard, C., Picaud, J.-C. ., Senterre, T., Braegger, C., Bronsky, J., Cai, W., Campoy, C., Carnielli, V., Darmaun, D., Decsi, T., Domellöf, M., Embleton, N., Fewtrell, M., Fidler Mis, N., Franz, A., Goulet, O., & Hartman, C. (2018). ESPGHAN/ESPEN/ESPR/CSPEN guidelines on pediatric parenteral nutrition: Calcium, phosphorus and magnesium. Clinical Nutrition, 37(6), 2360–2365. https://doi.org/10.1016/j.clnu.2018.06.950
  9. Healthy Children Editorial Team. (2011, December 19). Minerals: Calcium, Phosphorus, and Magnesium. HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/Minerals-Calcium-Phosphorus-and-Magnesium.aspx
Artikel Terkait