Gaya belajar tiap anak berbeda. Ada yang paham dengan membaca, melihat, atau mendengarkan. Ada juga yang memiliki gaya belajar kinestetik. Apa ciri-ciri gaya belajar ini dan apa strateginya agar efektif?
Apa Itu Gaya Belajar Kinestetik dan Contohnya?
Kinestetik adalah gaya belajar yang melibatkan gerakan fisik dan stimulasi sensorik, seperti menyentuh, meraba, merasa, dan mencium untuk memproses informasi dan memahami dunia sekitar.
Contohnya adalah eksperimen sains sederhana, bermain halang rintang di playground, role play, bongkar pasang, dan aktivitas seperti sensory play yang mengharuskan anak praktek langsung.
Ciri Anak dengan Gaya Belajar Kinestetik
Anak dengan gaya belajar ini biasanya cenderung sulit fokus bila hanya duduk diam mendengarkan atau membaca. Belajarnya justru lebih optimal jika aktif terlibat mengeksplorasi hal-hal baru.
Karakteristik lainnya adalah:
- Kesulitan duduk diam, harus bergerak saat belajar.
- Menggoyangkan kaki atau mengetuk-ngetuk pensil untuk membantu konsentrasi.
- Punya koordinasi tubuh yang baik.
- Ekspresif dan sering menggunakan gerakan tangan saat berbicara.
- Rentang atensi tidak lama, karena lebih suka belajar intens dalam waktu singkat.
Metode belajar kinestetik sangat umum dimiliki anak-anak dengan ADHD dan hiperaktivitas. Namun, tidak ada hubungan antara ADHD dan cara belajar kinestetik.
Tidak semua anak dengan gaya belajar ini pasti memiliki ADHD atau gangguan belajar.
Baca Juga: 7 Cara Mengoptimalkan Kecerdasan Kinestetik Anak
Apa Manfaat Gaya Belajar Kinestetik?
Belajar dengan metode kinestetik punya banyak manfaat untuk kemampuan dan perkembangan anak, seperti:
1. Meningkatkan Perkembangan Kognitif
Bergerak aktif dapat melancarkan darah untuk membawa oksigen ke otak.
Aliran darah yang cukup sangat penting untuk perkembangan kognitif, motorik, sensorik, serta perilaku anak.
2. Mempermudah Penyerapan Informasi
Peningkatan aliran darah ke otak tidak hanya sangat bermanfaat untuk perkembangan jaringan otak, tapi juga penting untuk proses pembelajaran anak.
Bergerak aktif akan mengantarkan semua nutrisi yang diperlukan untuk menjalankan pekerjaan otak, termasuk penyimpanan memori agar si Kecil belajar berbagai hal baru dengan mudah.
3. Memicu Anak Berpikir Inovatif
Gaya belajar kinestetik memicu anak berpikir out of the box dan inovatif untuk memecahkan masalah, dengan membiasakan praktek langsung seperti membangun, bereksperimen, dan mencipta.
Melalui pengalaman ini, anak-anak mengembangkan cara berpikir kritis, mengeksplorasi beragam pendekatan, dan menghasilkan solusi terbaik terhadap tantangan.
Baca Juga: Cara Mengasah Kemampuan Pemecahan Masalah Anak Sejak Dini
4. Mengasah Growth Mindset
Cara belajar sangat berpengaruh untuk membangun growth mindset pada anak.
Dengan membolehkan anak bereksperimen dan "turun tangan" secara langsung untuk mengalaminya sendiri, ia dapat melatih ketekunan dan sifat pantang menyerah.
Dengan begitu, ia akan tumbuh sebagai anak yang melihat kesulitan sebagai kesempatan untuk menjadi lebih baik lagi, bukan menganggap kesulitan sebagai akar kegagalan.
5. Meningkatkan Kemampuan Sosial dan Kerja Sama
Gaya belajar kinestetik membuat anak lebih banyak berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain.
Interaksi yang terjalin dengan orang lain ini membuat anak dapat lebih mudah menemukan teman belajar dan bermain.
6. Mengasah Decision Making Skills
Gaya belajar ini juga membantu mengasah decision making skill anak.
Sebab dengan mempraktekkan langsung, anak dapat menggunakan tubuh dan gerakan fisik mereka untuk lebih memahami dan menginternalisasi informasi dan keterampilan baru.
Si Kecil juga akan lebih tangkas dan cepat tanggap membuat keputusan menggerakkan atau mengkoordinasikan anggota tubuhnya untuk melakukan sesuatu.
Bagaimana Strategi Gaya Belajar Kinestetik?
Ada beberapa strategi untuk mengoptimalkan cara belajar kinestetik yang bisa Mama terapkan, yaitu:
1. Ajarkan Anak Bergerak Saat Belajar
Anak yang memiliki tipe belajar kinestetik tidak bisa diam dan sangat aktif.
Oleh sebab itu, ajarkan ia melakukan gerakan-gerakan kecil yang tidak mengganggu temannya selama belajar di sekolah.
Gerakan kecil ini, misalnya melakukan peregangan tangan di sela-sela menulis atau menggoyangkan kakinya pelan di tempat duduk.
Mama dan Papa harus mengkomunikasikan hal ini pada guru anak supaya guru memahami bahwa itu adalah gaya belajar si Kecil.
2. Berikan Anak Stress Ball
Berikan stress ball pada anak untuk dibawa ke sekolah. Jadi saat sedang belajar, ia bisa memencet-mencet stress ball tersebut untuk membantunya tetap fokus.
Sekali lagi, jelaskan pada guru bahwa ini bukanlah sekadar mainan, tapi merupakan cara membantu proses belajar si Kecil.
3. Ajarkan Anak Membuat Flash Card
Anak dengan gaya belajar kinestetik biasanya bosan membaca tulisan.
Nah, Mama bisa mengajarkan anak membuat flash card yang berisi diagram, ilustrasi, atau grafik-grafik yang seru.
Gerakan tangannya saat menggambar atau menulis di flash card membantunya dalam menyerap informasi pelajaran.
4. Gunakan Benda Saat Belajar
Untuk membantu anak mempelajari sebuah hal yang baru, Mama bisa memanfaatkan benda pendukung.
Misalnya, gunakan karet gelang untuk membentuk hewan-hewan dibanding hanya sekadar menggambarnya di kertas.
Atau coba ajak melakukan eksperimens sains sederhana dengan barang-barang yang ada di rumah untuk bantu si Kecil memahami konsep sains, seperti panas dingin atau padat dan cair.
5. Belajar dengan Cara Role Playing
Role playing merupakan strategi belajar kinestetik yang cocok untuk anak aktif.
Bermain peran membutuhkan banyak gerakan dan atribut-atribut untuk membantu penyampaian cerita.
Dengan role playing, anak akan lebih cepat memahami pesan moral dari cerita tersebut.
Baca Juga: 5 Ide Kegiatan untuk Optimalkan Perkembangan Anak 1-2 Tahun
6. Komunikasikan dengan Guru
Mama dan Papa perlu menjalin komunikasi yang baik dengan guru anak.
Terbukalah dengan guru mengenai gaya belajar anak, supaya guru dapat mengerti cara terbaik menjaga fokus dan ketertarikan si Kecil dalam belajar.
Jangan sampai guru menganggap anak nakal atau susah diatur karena guru tidak memahami cara belajar si Kecil.
7. Berikan Waktu Istirahat
Anak kinestetik mudah jenuh, sehingga ia butuh waktu istirahat untuk mengembalikan konsentrasinya.
Saat ia mengerjakan tugas atau PR, biarkan ia beristirahat selama 5-10 menit.
Agar istirahatnya produktif, ia bisa melakukan stretching, menari, atau melompat-lompat di trampolin.
8. Bantu Anak Memvisualisasikan Pelajaran
Beberapa anak dengan gaya belajar ini akan terbantu dengan bantuan visualisasi di proses belajar.
Pandu anak untuk memvisualisasikan apa yang mereka pelajari. Misalnya, saat anak belajar pertambahan dan pengurangan matematika.
Ajarkan ia memvisualisasikan angka dengan benda-benda agar ia lebih mudah mengingatnya.
Baca Juga: 4 Ciri Kecerdasan Visual Spasial pada Anak dan Cara Mengoptimalkannya
Hal terpenting dalam menyukseskan gaya belajar kinestetik adalah keterlibatan dan dukungan Mama untuk menstimulasi kecerdasannya.
Pastikan Mama juga melengkapi asupan gizi anak dengan susu Nutrilon Royal 3 sebagai satu-satunya yang dirancang secara saintifik menggabungkan Double Biotics FOS:GOS dan DHA EPA lebih tinggi yang teruji klinis bantu maksimalkan inteligensi si Kecil dan perkuat imunitasnya.
Jangan lupa untuk bergabung menjadi member Nutriclub supaya Mama bisa mendapatkan banyak konten mengenai tumbuh kembang anak!